Custom Search
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Benowo, Aset Wisata Yang Belum Terjamah
Mungkin tak semua bloger Purworejo mengetahui keberadaan desa Benowo yaitu desa di ujung timur-utara (timur laut) kabupaten Purworejo, tepatnya di kecamatan Bener. Desa ini berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Magelang.
Jalan aspal yang mulai rusak dan menanjak tajam serta dikelilingi tebing curam adalah satu-satunya akses ke dalam desa ini, tepatnya 10 km dari Kaliboto ke arah timur.
Pemandangan alam saat menuju desa ini sangat indah sekali, bukit-bukit yang meruncing dikelilingi kabut tipis dan hawa dingin yang menerpa membuat jiwa menjadi segar, sangat cocok untuk tempat refreshing.
Ketika anda berada di desa ini, anda tak akan menyangka bahwa Purworejo juga mempunyai tempat sedingin pegunungan. Air pancuran seperti es, dengan kabut menyelimuti saat hari mulai sore, pokoknya wisata banget deh...
Desa ini juga penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Purworejo, ratusan pohon cengkeh tumbuh dengan subur di desa ini, terbilang sampai ratusan tenaga buruh pemetik cengkeh yang datang dari luar ketika musim panen cengkeh, sehingga tak heran kalau di desa ini terdapat perusahaan tempat penyulingan cengkeh.
Beberapa tempat bagus dan menarik dipunyai oleh desa ini, misalnya curug, gua dan bukit yang cocok untuk perkemahan (Gunung Kunir).
Jadi untuk dijadikan desa wisata atau hutan wisata sebenarnya Benowo sudah memenuhi syarat.
Lagi-lagi dinas berwenang setempat kurang memperhatikan aset ini.
Dilhat dari jalan yang merupakan akses satu-satunya ke desa ini saja tak diperhatikan, padahal kontribusi hasil cengkeh dari desa ini cukup besar.
Di bawah ini beberapa foto aset wisata Benowo (kiriman Mas Iwan):

Gambar Curug Seneng

Gambar Curug Benowo

Gambar Gua Damarwulan
Jalan aspal yang mulai rusak dan menanjak tajam serta dikelilingi tebing curam adalah satu-satunya akses ke dalam desa ini, tepatnya 10 km dari Kaliboto ke arah timur.
Pemandangan alam saat menuju desa ini sangat indah sekali, bukit-bukit yang meruncing dikelilingi kabut tipis dan hawa dingin yang menerpa membuat jiwa menjadi segar, sangat cocok untuk tempat refreshing.
Ketika anda berada di desa ini, anda tak akan menyangka bahwa Purworejo juga mempunyai tempat sedingin pegunungan. Air pancuran seperti es, dengan kabut menyelimuti saat hari mulai sore, pokoknya wisata banget deh...
Desa ini juga penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Purworejo, ratusan pohon cengkeh tumbuh dengan subur di desa ini, terbilang sampai ratusan tenaga buruh pemetik cengkeh yang datang dari luar ketika musim panen cengkeh, sehingga tak heran kalau di desa ini terdapat perusahaan tempat penyulingan cengkeh.
Beberapa tempat bagus dan menarik dipunyai oleh desa ini, misalnya curug, gua dan bukit yang cocok untuk perkemahan (Gunung Kunir).
Jadi untuk dijadikan desa wisata atau hutan wisata sebenarnya Benowo sudah memenuhi syarat.
Lagi-lagi dinas berwenang setempat kurang memperhatikan aset ini.
Dilhat dari jalan yang merupakan akses satu-satunya ke desa ini saja tak diperhatikan, padahal kontribusi hasil cengkeh dari desa ini cukup besar.
Di bawah ini beberapa foto aset wisata Benowo (kiriman Mas Iwan):

Gambar Curug Seneng

Gambar Curug Benowo

Gambar Gua Damarwulan
Menengok Ke Desa Bulus
Sebenarnya tulisan tentang bulus sudah pernah saya posting di bloggerpurworejo dan saya ingin posting kembali di blog ini karena blog ini juga bertema Purworejo, langsung copas aja yah:
Pernahkah sobat blogger sekalian mendengar nama sebuah desa yaitu Bulus ? Desa ini adalah adalah tempat kelahiran nenek moyang saya (bukan bermaksud promosi)yaitu terletak di Kecamatan Gebang, tepatnya di sebelah utara kota Purworejo lebih kurang 3 km dari arah kota Purworejo. Desa ini berada di pojok timur dan selatan Kecamatan Gebang karena sebelah timur desa ini adalah Desa Kalinongko yang menjadi bagian dari Kecamatan Loano sedangkan sebelah selatan Desa Bulus adalah Kelurahan Mranti yang menjadi bagian dari Kecamatan Purworejo.(lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Bulus,_Gebang,_Purworejo) Keadaan alam di desa ini berhawa sejuk karena daerahnya yang masih berbukit-bukit dengan pepohonan yang masih rindang, ketika anda mulai memasuki desa ini akan terkesan seperti desa terpencil, karena jalurnya yang sepi walaupun jalannya sudah Hotmix .
Namun akan lain kalau anda sudah berada di dalamnya, desa ini terkesan istimewa, misalnya terdapatnya makam Bupati I Purworejo yaitu Cokronegoro 1, makam tersebut adalah makam para pejabat kabupaten (ningrat) jaman dahulu. Makam tersebut sama sekali jauh dari kesan angker karena sering kedatangan para peziarah baik dari keluarga kraton atau dari masyarakat biasa karena makam tersebut sampai sekarang masih digunakan untuk penguburan baik untuk masyarakat Bulus sendiri juga untuk keluarga dari para kyai pondok pesantren Berjan.
Makam tersebut pernah dijadikan acara reality show dari sebuah stasiun televisi yaitu untuk acara uji nyali. Di makam ini ada fasilitas kamar mandi dan mushola beserta perlengkapannya sehingga akan nyaman jika anda ingin berziarah ke makam ini. Saya sering berkunjung ke makam ini karena simbah saya memang dimakamkan di sini. Di makam ini juga terdapat ruang untuk parkir mobil atau tempat untuk sekedar duduk-duduk saja menikmati pemandangan dan hawa pegunungan yang sejuk. Dan yang terpenting kunjungan ke makam ini tanpa dikenai biaya sedikitpun, apalagi kalau mengajak saya pasti dijamin gratis dan mendapat suguhan wedang macit ala kadarnya jika mampir ke gubug peninggalan simbah saya. Tapi mohon maaf untuk postingan ini tanpa persiapan foto(menyusul).
Hal istimewa lagi yang ada di desa Bulus adalah adanya danau kecil sebesar kolam renang arta tirta, masyarakat setempat menyebutnya ‘Beji’. Sampai saat ini debit airnya tak berkurang. Pada waktu saya kecil, beji sebagai tempat bermain langen (renang) karena memang airnya yang segar dan jernih. Jadi secara otomatis anak-anak di Desa Bulus pasti mahir berenang karena mempunyai kolam renang alamiah. Namun untuk saat ini beji sudah tidak sebgai tempat berenang karena airnya semakin banyak yang mengkonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini bisa dilihat dari banyaknya mesin pompa listrik yang mengambil air dari beji. (mohon maaf foto ‘beji’ menyusul)
