Custom Search

Tampilkan postingan dengan label khas. Tampilkan semua postingan

Jadwal Pentas Seni Tradisi di Gedung Kesenian Purworejo 2013

Pementasan seni tradisi Purworejo sebenarnya sudah dimulai sejak 20 April 2013, walaupun telat mudah-mudahan bermanfaat...

Hari
Tanggal
Waktu
Jenis
Asal
Rabu
8 Mei 2013
14.00 - 17.00
Kuda Kepang Turonggo Mudo
Surorejo, Banyuurip
Sabtu
11 Mei 2013
14.00 - 17.00
Dolalak
Jati Kusumo
Katerban Kutoarjo
Rabu
15 Mei 2013
14.00 - 17.00
Ande-ande Lumut Cipto Budoyo
Kemanukan Bagelen
Sabtu
18 Mei 2013
14.00 - 17.00
Kuda Kepang Krido Laras
Karang Gedang Bruno
Selasa
21 Mei 2013
14.00 - 17.00
Dolalak Dwi Lestari
Plipir Purworejo
Rabu
29 Mei 2013
14.00 - 17.00
Dolalak Asri Budaya
Karang Rejo Loano
Sabtu
1 Juni 2013
14.00 - 17.00
Kuda Kepang Turonggo Piling
Sruwoh Ngombol
Rabu
5 Juni 2013
14.00 - 17.00
Gojeg Lesung BangBung
Bandungrejo Bayan
Sabtu
8 juni 2013
14.00 - 17.00
Kuda Kepang "Gemar Budaya"
Kedung Pomahan Kulon Kemiri
Rabu
12 Juni 2013
14.00 - 17.00
Kuda Kepang Sido Dadi
Binangun Butuh
Rabu
19 Juni 2013
14.00 - 17.00
Dolalak Laras Rinenggo
Dudu Kulon Grabag
08 Mei 2013
Posted by Unknown

Tarian Ndolalak Purworejo

Bagi masyarakat yang berdomisili di Purworejo tarian ndolalak tentunya tak terlalu asing atau paling tidak pernah mendengar nama sebuah tarian asli khas Purworejo ini. Nama Ndolala konon berasal dari nada do la la yang pada saat itu dimainkan oleh Belanda. Hal ini tak dipungkiri bahwa Ndolala memang terinspirasi dari tarian Belanda karena dilihat dari pakaiannya seperti pakaian serdadu belanda pada jaman itu (pra kemerdekaan). Orang Purworejo ada juga yang menyebut tarian ini dengan nama 'Angguk' atau 'Jidor', mungkin karena gerakannya yang mengangguk-anggukan kepala dan musiknya menggunakan bedug kecil atau jidor.
sumber gambar:pdkpurworejo.wordpress.com

Pada mulanya tarian ndolalak adalah tarian yang dilakukan oleh para pria dengan berkostum layaknya pakaian serdadu belanda yaitu pakaian lengan panjang hitam dengan pangkat di pundak, topi pet, dan berkacamata hitam dengan gerakan seperti layaknya gerakan dansa. Dengan iringan musik yang romantis menggunakan kendang, rebana dan jidor yang disertai dengan lagu-lagu berisi syair nasihat dengan Bahasa Jawa dicampur melayu. Jumlah penarinya antara 10-14 orang dengan pengiring musiknya 10 orang. Waktu pementasan pada saat itu bisa semalam suntuk.

Konon pemain ndolalak bisa kesurupan seperti layaknya pemain kuda lumping, bahkan penonton yang menatap penari ndolalak akan terbius untuk terus menonton hingga pementasan selesai.

Seiring perkembangan jaman, iringan musik tarian ndolalak tak hanya menggunakan jidor, rebana dan kendang saja ataupun hanya menggunakan dua nada saja, tetapi saat ini tarian ndolalak sudah diiringi dengan instrumen musik 'keyboard/organ'. Penarinya pun hanya wanita-wanita muda, dengan lenggokan dan anggukan yang tentunya lebih menimbulkan kesan erotis jika dibandingkan kalau penarinya pria.

Pada saat ini masih terdapat beberapa group tarian ndolalak di Purworejo, misalnnya group ndolalak dari Desa Mlaran dan dari Desa Kaliharjo.

sumber video:youtube.com


Di bawah ini link untuk download lagu ndolalak dan juga langsung bisa diputar:
Dolalak Jarum Jarum
12 Februari 2011
Posted by Unknown

Memanfaatkan Ikon Purworejo: DURIAN

Ketika saya mengunjungi teman dan saudara di luar daerah, seringkali mereka menanyakan tentang durian, baik tentang musimnya kapan, berapa harganya, belinya dimana, dst. Pada intinya yang terdapat di benak mereka adalah bahwa Purworejo pasti menghasilkan durian.
Ketika musim durian tiba, banyak berjajar pedagang musiman buah durian sepanjang jalan protokol dan daerah strategis di Purworejo, misalnya di Batoh, Krendetan dan Pantok. Pedagang di Batoh mengambil durian dari daerah Kemiri dan Grabag, pedagang di pantok mengambil durian dari kebun di Kaligesing dan yang di Krendetan mengambilnya dari Bagelen.
Pada kenyataanya durian tersebut belum tentu dipetik dari daerah penghasil di atas(Grabag, Kemiri, Kaligesing, Bagelen), tetapi bisa diambil dari daerah tetangga sebelah (Wonosobo, Magelang, Wates). Suplier dari daerah ini(luar Purworejo) memilih menjual duriannya ke Purworejo, kenapa demikian? ya itu tadi, sudah melekat di benak umum bahwa di Purworejo pasti ada durian. Bahkan beberapa prasasti durian (patung) sudah didirikan di Purworejo yaitu di pertigaan Bagelen dan prapatan Demangan Banyuurip. Ketika saya bekunjung ke teman saya di Kemanukan Kaligesing, iseng-iseng saya menanyakan keberadaan durian di sana, jawaban yang saya peroleh sungguh mencengangkan, pohon durian di sana sudah mulai punah karena tua dan tak ada peremajaan lagi bahkan orang sana (kaligesing) harus membeli durian dari luar kemudian dijual di sana, agar pembeli yang menuju ke Keligesing tak kecewa.
Pihak yang bewenang (dinas) sepertinya tak melakukan langkah-langkah strategis dan serius untuk mempertahankan keberadaan pohon durian di tempat asalnya, misalnya dengan program penanaman masal, pembagian bibit durian, dsb. Padahal hal ini merupakan aset daerah, coba kalau durian benar-benar melimpah dari Purworejo, secara otomatis akan meningkatkan pendapatan daerah, padahal pohon durian sangat cocok di tanam di daerah Purworejo. Buktinya sewaktu saya kecil menanam durian dari biji habis membeli durian (di daerah Bulus tempat simbah saya), saat ini pohonnya sudah berbuah dua kali, yang pertama dua belas biji, kemudian pada musim tahun kemarin, berbuah dua puluh biji. Nah ini dia buktinya bahwa tanah Purworejo dapat menumbuhkan pohon durian dengan baik, padahal tanpa dirawat dan dipupuk, nyatanya bisa berbuah, apalagi kalau perawatannya secara intensif, pasti hasilnya lebih memuaskan.
Kenyataanya banyak lahan kosong dan tak dimanfaatkan sama sekali, coba kalau ditanam durian, pasti anak cucu kita akan menikmati hasilnya dengan senang dan bangga. Karena itu kita sebagai blogger dari Purworejo, marilah kita kibarkan ikon durian agar tetap berkibar di tanah Purworejo, dengan ikon yang sudah dimiliki, bukankah hal ini adalah modal awal dan peluang bisnis yang sangat bagus?, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena durian sulit ditemui di Purworejo.
26 Mei 2009
Posted by Unknown
Tag : ,

Copyright © 2013 Purworejo | Designed by Johanes Djogan | Support by Yoyok Rohani